Motor Mini Depok

Benarkah Telur Salah Satu Pemicu Naiknya Kolesterol?


Hallo Sobat LM...!!! Kolesterol sebenarnya merupakan komponen penting dalam seluruh sel manusia dan hewan yang mempengaruhi hormon dan juga fungsi lainnya. Kolesterol sudah otomatis diproduksi oleh tubuh, sehingga tak perlu lagi menambahkan kolesterol dari makanan. Namun sayangnya, pola makan , modern menjadi pemicu naiknya kolesterol karena menggunakan produk hewani yang mengandung kolesterol dan lemak jenuh.

Sudah sejak lama banyak orang mempercayai bahwa mengkonsumsi telur menjadi pemicu naiknya kolesterol dan menganggapnya seperti racun yang wajib dijauhi. Padahal faktanya, meski telur memang mengandung kolesterol, namun kandungan lemak jenuhnya sedikit sehingga telur sehat untuk dikonsumsi. Anggapan-anggapan yang menyebut telur sebagai sumber kolesterol dan meningkatkan risiko penyakit jantung sebenarnya sudah sangat kuno. Banyak studi epidemiologi tidak menemukan kaitan antara konsumsi telur dan peningkatan risiko jantung. Juga studi klinis terkontrol juga memberikan hasil hanya ada sedikit sekali peningkatan kolesterol dalam darah seiring dengan konsumsi makan yang mengandung kolesterol tinggi.

Telur Pemicu Naiknya Kolesterol

Seorang profesor nutrisi dan sains dari Friedman School of Nutrition Sciense and Policy Tuts University menyampaikan bahwa yang menjadi pemicu naiknya kolesterol jahat (LDL) dan kadar plasma darah adalah lemak jenuh. Meski kandungan kolesterol dalam telur cukup tinggi (186 mg dengan 184 mg berada di bagian kuning telur), namun kandungan lemak jenuhnya rendah hanya 1,6 gram di kuning telur sehingga aman untuk dikonsumsi.

Untuk lebih jelasnya, ada perbandingan antara pengaruh kolesterol dengan lemak jenuh terhadap pemicu naiknya kolesterol jahat yang ada dalam tubuh manusia (perbandingan ini berlaku untuk sebagian besar orang):

  1. Setiap penurunan 100 mg kolesterol dari pola makan akan menurunkan kadar LDL dalam tubuh sebesar 2,2 poin
  2. Sedangkan penurunan 100 mg asupan lemak jenuh 4% hingga 7% dari total kalori, memberikan pengaruh turunnya kadar kolesterol sebanyak dua kali lipat dari pembatasan kolesterol (4,4 poin)

Bukti Penguat Telur Aman Dikonsumsi

Bukti lain yang bisa Anda jadikan acuan bahwa telur bukanlah pemicu naiknya kolesterol jahat adalah perbandingan masyarakat Jepang dengan Amerika. Kebanyakan orang jepang mengkonsumsi telur dalam jumlah rata-rata 328 butir telur per tahunnya. Namun kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung mereka justru rendah. Sedangkan masyarakat Amerika yang sangat jarang mengkonsumsi telur namun banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar lemak jenuhnya seperti sosis, daging asap, dll justru memiliki penderita kolesterol dan sakit jantung yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh minimnya kadar lemak tak jenuh dalam makanan yang mereka konsumsi sehingga menyebabkan naiknya kolesterol dalam tubuh.

Pembatasan Konsumsi Telur

Meski sudah sangat jelas dipaparkan bahwa telur tidak menjadi pemicu naiknya kolesterol, namun tidak ada salahnya bila kita melakukan antisipasi. Para ahli dari American Heart Association sebenarnya sudah lama tidak memberikan batasan konsumsi kuning telur, namun ada baiknya bila maksimal kita mengkonsumsi satu butir telur setiap harinya terutama bagi yang sebelumnya sudah memiliki riwayat kolesterol tinggi. Selain pembatasan jumlah telur, asupan kolesterol yang boleh masuk ke dalam tubuh harus dibatasi maksimal 300 mg dan 200 mg bagi pemilik riwayat sakit jantung dan kolesterol. Pola hidup sehat juga harus senantiasa diterapkan agar terhindar dari kadar kolesterol yang mendadak naik dan bebas minum obat herbal kolesterol.

0 Komentar untuk " Benarkah Telur Salah Satu Pemicu Naiknya Kolesterol? "