Motor Mini Depok

Yuk Stop Global Warming di Indonesia


Halo sobat LM...!!! Sobat tahukan bahwa bumi kita itu semakin rapuh. Umurnya sudah memasuki lanjut usia, dilengkapi kondisinya yang sudah bisa dibilang porak-poranda karena dampak global warming. Pengertian global warming adalah pemanasan global yang dapat diartikan sebagai suatu proses dari meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Penyebab global warming karena semakin banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang ada dimana-mana, sedangkan keadaan hutan sudah semakin merana. Gundulnya hutan-hutan di dunia telah mengakibatkan lapisan ozon semakin tipis. Bumi kita menjadi semakin panas. Tidak hanya di wilayah beriklim tropis, di wilayah seperti kutub pun merasakan hal ini. Es-es disana mulai mencair. Kasihan, ya... hewan-hewan seperti beruang kutub dan penguin merasakan sesuatu yang lain dengan habitatnya. Inilah yang disebut sebagai efek rumah kaca, atau istilah kerennya ‘global warming’. Nah, kita sebagai manusia pasti tidak senang dengan adanya dampak global warming. Bagaimana kalau kita mengatasinya? Berikut jurus-jurus (seperti kung fu aja ya) cara mengatasi global warming adalah sebagai berikut.

Global Warming

global warming

Jurus yang pertama, cara mengatasi global warming dengan mengurangi gas rumah kaca. Yup, efek rumah kaca tidak akan ada tanpa adanya gas rumah kaca. Manusia sering menggunakan minyak atau batu bara dalam kegiatan sehari – hari. Pembakaran minyak atau batu bara itu pasti menghasilkan banyak gas. Nah, gas inilah yang akan naik menyebar ke udara dan meluas memenuhi atmosfer kita. Nah, gas inilah yang disebut gas rumah kaca. Gas rumah kaca membuat sinar matahari yang masuk ke bumi menjadi terperangkap di permukaan bumi. Akibatnya, suhu di bumi mengalami peningkatan, atau dalam kata lain suhu di bumi semakin panas. Oleh karena itu, negara – negara di seluruh dunia sepakat untuk mengurangi pemakaian minyak atau bara. Terutama di negara – negara maju. Mereka pasti banyak menggunakan minyak atau batu bara untuk keperluan industrinya. Sayangnya, ada beberapa negara yang tidak menjalankan kesepakatan ini, contohnya Amerika Serikat. Padahal, negara ini termasuk penyumbang gas rumah kaca terbesar di dunia.

Jurus yang kedua, cara mengatasi global warming dengan mencari bahan bakar pengganti atau bahan bakar alternatif. Kalau pemakaian minyak dan batu bara dikurangi, kegiatan kita (utamanya industri) juga akan sedikit terbengkalai atau tidak bisa maksimal karena kekurangan bahan bakar. Oleh karena itu, kita harus mencari penggantinya. Kita harus mencari bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Kini, sudah banyak tersedia bahan bakar pengganti hasil temuan para ahli yang ramah lingkungan. Misalnya biodiesel, bahan bakar ini dibuat dari tumbuhan. Ada juga biogas, bahan bakar ini terbuat dari sampah yang diolah. Masih banyak lagi yang lainnya. Bahan-bahan yang dipakai untuk bahan baku bahan bakar alternatif tersebut adalah bahan yang murah, sekaligus tidak merusak lingkungan.

Jurus ketiga, cara mengatasi global warming dengan melakukan reboisasi. Bumi yang panas harus didinginkan. Kita harus mengurangi jumah gas rumah kaca di atmosfer. Caranya, ya dengan reboisasi, penanaman hutan kembali. Pohon, kan bisa menyerap gas CO2 yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Tanam pohon sebanyak – banyaknya, ya. Semakin banyak hutan, semakin banyak pohon, berarti semakin dingin pula bumi kita. Masalahnya, manusia tetap membutuhkan hasil hutan seperti kayu. Pertumbuhan kayu yang relatif lama tidak sebanding dengan jumlah yang kita butuhkan. Bahkan, jumlahnya kian hari kian bertambah. Oleh karenanya, kita harus mencari cara untuk mempercepat pertumbuhan pohon. Bagaimana bisa? Kini, para ilmuwan tengah mengembangkan bibit pohon yang bisa tumbuh dengan dengan cepat. Misalnya, pohon yang pertumbuhannya menjadi besar membutuhkan waktu 5 tahun, bisa dipercepat menjadi 2,5 tahun. Keren...!!!

Jurus keempat, cara mengatasi global warming dengan perdagangan karbon. Ha? Apa itu? Jurus kali ini memang agak unik. Di negara- negara maju, jumlah hutan dan pohon semakin jarang. Padahal, negara – negara maju banyak menghasilkan gas rumah kaca. Karena itu, negara – negara maju harus membayar pada negara yang memiliki hutan. Maksudnya, supaya negara pemilik hutan bisa menjaga kelestarian hutannya. Jadi, negara-negara maju ini membayar kepada negara berhutan sebagai ganti dari negaranya yang tidak berhutan.

Jurus terakhir, cara mengatasi global warming dengan memperbanyak bangunan green building. Salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar adalah gedung-gedung bertingkat. Gedung tersebut, kan banyak menggunakan energi. Terutama listrik (untuk penerangan, AC, dll). Padahal, barang-barang listrik seperti AC dapat menipiskan ozon. Karena itu, para arsitek di dunia mulai membangun green building. Green building adalah bangunan yang ramah lingkungan. Bangunan ini harus hemat energi dan menyatu dengan alam. Biasanya, bangunan ini memakai listrik dari energi matahari. Penyejuk ruangannya pun mengandalkan hembusan angin.

Nah, itulah jurus-jurus cara mengatasi global warming yang semua pihak harus ikut serta dalam pelaksanaannya. Kalau jurus-jurus di atas telah dilaksanakan tapi masih banyak manusia yang enggan ikut serta, bagaimana bisa berhasil?. Semoga artikel global warming di atas bermanfaat bagi kita semua yang juga dapat sobat translate untuk dijadikan bahan pidato bahasa inggris tentang global warming. Lets Be The Greeners!!!

1 Komentar untuk " Yuk Stop Global Warming di Indonesia "