Motor Mini Depok

Syarat-Syarat Perjanjian Kerja Bersama


Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pengusaha atau pemberi kerja dan pekerjaan yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban pada pihak. Perjanjian kerja menciptakan hubungan kerja. Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dan pekerja berdasarkan perjanjian kerja, yang memiliki unsur pekerjaan, upah, dan perintah. Hal ini berarti bahwa dalam suatu hubungan kerja terdapat hal, yaitu hak pengusaha (pengusaha memiliki posisi lebih tinggi dari pekerja), kewajiban pengusaha (membayar upah), dan objek perjanjian (pekerjaan). Ada beberapa syarat sah perjanjian kerja, yaitu syarat subjektif, objektif, dan teknis.

Perjanjian Kerja Bersama

Perjanjian Kerja Bersama

Syarat subjektif. Syarat subjektif merupakan syarat mengenai subjek perjanjian. Syarat subjektif ini ada dua, yaitu adanya kesepakatan antara kedua belah pihak dan cakap melakukan perbuatan hukum. Kesepakatan antara kedua belah pihak, para pihak yang melakukan perjanjian menyetujui dan menyepakati hak dan kewajiban masing-masing. Dalam hal ini para pihak yang satu menjadi kewajiban pihak yang lain. Sepakat artinya terjadi konsensus murni. Jika tidak terjadi konsensus murni, terjadi cacat kehendak. Pengaturan cacat kehendak terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) Pasal 1321-1328. Cakap melakukan perbuatan hukum, cakap berarti mampu secara mandiri melakukan perbuatan hukum dengan akibat hukum yang lengkap. Menggunakan metode penalaran argumentum an contrarium (mencari pengertian tentang suatu hal, tetapi yang diatur adalah hal yang sebaliknya), berdasarkan Pasal 1330 KUH Perdata, yang dimaksud tidak cakap adalah orang yang belum dewasa, anak adalah setiap orang yang berumur di dibawah 18 tahun (berarti orang dewasa adalah orang yang berumur minimun 18 tahun). Orang yang ditaruh di bawah pengampunan/wali, orang ini dianggap tidak dapat menginsafi akibat dari perbuatannya. Menurut Pasal 433 KUH Perdata, yang dimaksud dalam kelompok ini adalah setiap orang dewasa yang selalu berada dalam keadaan dungu, gila/mata gelap, serta boros. Baca Contoh Surat Lamaran Kerja Resmi

Syarat objektif. Syarat objektif adalah syarat mengenai objek perjanjian. Syarat objektif ada dua, yaitu adanya pekerjaan yang dijanjikan dan karena sebab yang halal. Adanya pekerjaan yang dijanjikan, jika pekerjaan yang dijanjikan tidak ada, perjanjian tersebut batal demi hukum. Karena sebab yang halal, pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika pekerjaan bertentangan dengan hal-hal tersebut di atas seperti perjanjian jual beli organ tubuh manusia, perjanjian tersebut dianggap batal demi hukum. Keterangan syarat subjektif dan objektif diatur dalam KUH Perdata Pasal 1320. Lihat 8 Pertanyaan Jebakan yang Biasa Diajukan Saat Wawancara Kerja

Syarat teknis. Syarat teknis mencakup dua hal. Segala hal dan/atau biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan pembuatan perjanjian kerja dilaksanakan oleh dan menjadi tanggungjawab pengusaha. Dan perjanjian kerja dibuat rangkap dua dan masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama. Pengusaha dan pekerja masing-masing mendapatkan satu perjanjian kerja. Baca Tenaga Kerja Kontrak Tidak Tetap Outsourcing

Daftar Pustaka
Nurachmad, Much., 2009, Tanya Jawab Seputar Hak-Hak Tenaga Kerja Kontrak (outsourcing). Jakarta: Visimedia.

2 Komentar untuk " Syarat-Syarat Perjanjian Kerja Bersama "